Postingan

Menampilkan postingan dengan label selallu setia waktu suka dan duka

Sahabat Sejati

Gambar
  Kita daki bukit batu ini bersama “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja” (Kej. 2:18). Sabda itu menunjukkan bahwa sejak semula Tuhan menghendaki adanya persahabatan dan persaudaran di antara manusia. Tuhan melihat bahwa persahabatan manusia dengan makhluk lain bukanlah persahabatan yang wajar karena dalam suatu persahabatan dibutuhkan komunikasi verbal dari hati, dan interaksi secara pribadi yang mendalam secara timbal-balik. Persahabatan di antara kaum muda cenderung bersifat lahiriah. Mereka memilih teman dengan kriteria cantik, tampan, kaya, pintar, dan menguntungkan dirinya. Rasa kesetia-kawanan   di antara mereka terkadang sedemikian kuat sehingga mereka dapat melakukan hal-hal yang terpuji secara bersama-sama, sebaliknya tidak jarang juga melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Di dalam pertemuan ini, peserta diajak untuk menggali dan menemukan arti persahabatan yang lebih mendalam agar mereka dapat membina suatu persahabatan yang sehat. Persahabatan se...